Anything we have: 2012

November 13th 2012

Kamis, 15 November 2012

November 13th 2012

Hari ini hari yang sangat special buat saya. Kenapa? Yuk disimak J
Setelah bangun tidur dan mandi, terdengar alunan lagu dari handsetku yang ternyata merupakan nada untuk panggilan masuk. Ya, yang menelpon Saya pada saat itu ialah Orangtua Saya, dengan suaranya yang menenangkan hati beliau mengucapkan sesuatu padaku, “Selamat ulang tahun ya, Nak!” , “Lancar kuliahnya dan tetep jaga kesehatan disana.” Lanjut-Nya. Hatiku sangat tertegun mendengar kata-kata yang termasuk singkat tersebut, penuh dengan doa dan harapan yang tulus. Lalu saya aamiinkan dengan rasa penuh syukur kepada Allah karena telah memberikanku kedua Orangtua yang sangat amat baik sekali. Setelah berbincang beberapa lama, satu message masuk di inbox Saya, ya, itu message dari Kakak pertamaku dan suaminya. Mereka juga mengucapkan doa untukku. Oh iya, Kebetulan ulang tahun saya dengan kakak ipar saya dari kakak saya yang pertama itu sama (Hampir) persis, 13 November. Jadi isinyapun sangat berbeda dengan yang lain. “Happy birthday to us!” yang dilanjutkan dengan doa-doa positif lainnya. Kakakku yang kedua juga mengirimkan teks berupa bbm kepada Saya yang berisi hampir sama seperti Keluargaku yang lainnya. Terimakasih banyak untuk Keluarga-Ku tercinya, Saya bangga menjadi salah satu anggota keluarga dari kalian!
Waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Beberapa bbm pertama sampai ketiga dari teman-teman lama saya masuk ke handsetku, mereka Ialah: Indira (Satu-satunya saudara perempuan yang seumuran), Kinanti(Teman sedari SD), Iga(Teman sedari SMA). Makasih loh ya udah bela-belain ngetik pagi-pagi sekali buat mengirimkan secercah doa serta ucapan buat Saya, Hehehe.  Selain itu banyak pula sms, bbm, dan berbagai ucapan dari Jaringan sosial seperti twitter dan facebook. Makasih yaaa ucapannya. Saya sangat menghargainya.
Sesaat setelah sampai dikampus, saya disambut dengan berbagai salam serta ucapan dan doa dari teman-teman seperjuanganku. Nungky, Lutfi, Istika, Puto, Nadia, dan masih banyak lagi. Makasih banget loh ya doanya.
Setelah selesai pelajaran Moji(Huruf Kanji), saya smell something fishy disini, Tirza, Nungky, dan Lutfhi sedang menghitung uang yang pada awalnya mereka bilang bahwasanya uang tersebut untuk membayar utang mereka ke Tirza. Oke, saya percaya kok sama kalian :P. Oh ya, ada sesuatu yang sangat mencengangkan hati, My lovely Ida menangis dengan alasan yang tidak saya tahu sampai saat saya menulis curhatan ini, Hoho. Lanjut ke topic! Puto dan Tika ke toilet tanpa sepengetahuan saya, tumben-tumbenan sekali si Puto keluar kampus tidak menunggu saya, dan tumben-tumbenan sekali saya (Berasa) di tahan oleh 3 orang yang cantik ini (Tirza, Nungky, dan Lutfhi). Dan setelah sampai Pintu keluar gedung Fakultas, dikagetkanlah saya dengan sekotak kue coklat dengan butiran cokelat didalamnya yang dibawa oleh Puto hasil dari patungan mereka berlima (Makasih banget loh, Kawan). Acara tersebut dilanjutkan dengan foto-foto narsis ala Margareta Bevelry(:-LOL). Tidak sampai situ saja, saat sampai diparkiran motor tiba-tiba saya disiram air oleh Bevelry yang seolah-olah seperti seorang assassin yang haus akan membunuh orang. Basahlah jaket saya. Awas ya Bevel, hari dimana kamu ulang tahun, akan saya balaskan dendam saya! HA-HA-HA *mukatanduk*.
Dibalik itu semua saya sangat senang dan terharu dengan berbagai macam surprise dari kalian. Walaupun mata ini tidak bisa mengeluarkan airnya, dari hatiku yang paling dalam menangis haru.

Terimakasih untuk semua yang telah mengirimkan doa dan ucapannya. Semoga Allah membalasnya dengan berlipat ganda. Aamiin.

-Akmal-

My answer to the questions of "Kepariwisataan"

Minggu, 15 April 2012
A. Kepariwisataan 1

>. Apa yang harus kita siapkan sebelum kita melakukan perjalanan wisata?

a. Duit tentunya
b. Kondisi kesehatan kita
c. telusuri tempat tujuan yang ingin kita kunjungi
d. cari referensi-referensi tentang tempat yang layak dan mesti kita kunjungi saat berada di tujuan
e. pakaian
f. transportasi yang kita naiki

B. Kepariwisataan 2


>. Sarana dan prasarana wisata seperti apa yang menurut anda ideal dan memuaskan wisatawan?

Pasar khusus souvenir, money changer, Kartu dimana fungsinya sebagai passcard untuk mengunjungi dan membayar sesuatu.



>. Berikan analisis anda mengapa pariwisata memerlukan organisasi kepariwisataan?

Fungsi organisasi kepariwisataan adalah untuk menjaga dan merawat lingkungan yang termasuk dalam ruang lingkup pariwisata, serta untuk mempromosikan negaranya ke tingkat nasional maupun international supaya banyak orang yang berkunjung ke tempat/negara yang dipromosikannya.



C. Kepariwisataan 3

>. Berikan analisis kekurangan dan kelebihan pariwisata secara individu dan secara grup

Individu :
kekurangan = Bosan dikarenakan tidak ada yang kita kenali dan Mesti beradaptasi dengan orang-orang yang baru menurut kita.
Kelebihan = Kemana-mana bebas, tak ada yang mengatur, dan dapat meningkatkan kemandirian kita.

Grup/Kelompok :
Kekurangan = Tidak bebas, Kita ingin kesini eh teman atau keluarga kita ingin kesana, jadinya kita mau tak mau harus hompimpa, siapa yang menang dia yang menentukan tempat tujuan selanjutnya, ribet.
Kelebihan = Tidak merasa terasingkan, ada yang membantu, ada orang yang kita kenal, dan tentunya ada teman mengobrol.

>. Apa tujuan penyelenggara jasa parawisata menyediakan supporting tourism superstructure

Agar para pariwisatawan lebih enjoy dan fun dalam berpariwisata serta tidak merasa lelah saat menjelajahi suatu Negara/tempat. Jikalau ada Turis/Pariwisatawan yang mempunyai biaya lebih, mereka bisa membelanjakan Uang mereka untuk membelikan buah tangan untuk sanak saudaranya yang ada di negara/tempat asalnya.

Akihabara

Rabu, 11 April 2012
Akihabara (秋葉原?) atau Pusat Elektronik Akihabara (秋葉原電気街 Akihabara Denki Gai?) adalah kawasan perbelanjaan yang terletak di sekitar Stasiun Akihabara, Tokyo, Jepang. Dengan kereta api, dari Stasiun Tokyo ke Akihabara memakan waktu kurang dari lima menit.
Pusat Elektronik Akihabara tepatnya berlokasi di kawasan Akihabara, distrik kota Taitō dan kawasan Soto-kanda di distrik kota Chiyoda. Akihabara sering disingkat sebagai Akiba (アキバ?)
Akihabara merupakan pusat perbelanjaan untuk barang elektronik, suku cadang elektronik, anime, manga, dan doujinshi. Kawasan ini merupakan surga otaku di bidang anime, manga, dan permainan video. Di tempat ini juga terdapat banyak maid cafe.

*Akihibara pada tahun 2007

Sejarah

1869: Kawasan ini menderita kerugian besar akibat kebakaran hebat. Tanah seluas kira-kira 30.000 meter persegi dibebaskan dari perumahan penduduk agar api tidak menjalar ke pusat kota Tokyo bila terjadi lagi kebakaran besar.
- 1870: Di atas tanah kosong tersebut, Kaisar Meiji memerintahkan pembangunan kuil yang dipercaya bisa memadamkan api (鎮火社, chinkasha). Pada zaman Edo, penduduk setempat salah mengerti, dan mengira di kuil tersebut dipuja dewa Akiha Daigon-gen yang menurut orang Jepang Tengah dan Timur dipercaya dapat memadamkan api. Selanjutnya, orang menyebut kuil dan lokasi di sekitarnya sebagai Akiba-sama atau Akiba-san (Tuan Akiba). Tanah kosong (bahasa Jepang: hara) di sekeliling kuil lalu dibebaskan dari bangunan agar api tidak menjalar bila terjadi kebakaran. Nama lokasi ini kemudian berubah menjadi Akihabara (tanah kosong di sekeliling Akiba-sama), dan kuil Chinkasha ikut dikenal orang sebagai kuil Akiba.
- 1888: Kuil Chinkasha dipindahkan ke Matsugaya, dekat Asakusa, dan namanya secara resmi diganti menjadi Akiba-jinja (Kuil Akiba).
- 1890: Jalur kereta api yang sekarang disebut Jalur Utama Tōhoku diperluas dari Ueno ke Akihabara. Sebelumnya belum ada stasiun kereta api di Akihabara. Di selatan Akihabara adalah dok kargo, tempat dikapalkannya barang-barang dari luar negeri.
Dari zaman Meiji hingga zaman Showa, transportasi ke Akihabara makin mudah setelah jaringan kereta rel listrik semakin meluas. Di kawasan Akihabara dan sekelilingnya juga makin ramai dengan toko-toko. Kawasan ini kemudian ditetapkan sebagai pasar buah dan sayuran (seika ichiba).
- 1925: Jalur Akihabara-Stasiun Tokyo dibuka setelah Jalur Tohoku diperluas hingga ke Tokyo.
- 1930: Stasiun Kereta Bawah Tanah Manseibashi dibuka, namun berhenti beroperasi pada bulan November 1931.
- 1935: Di Akihabara dibuka secara resmi pasar buah dan sayur Kanda Seika Ichiba.
- 1936: Lokasi bekas Stasiun Manseibashi ditutup. Penggemar kereta api mencapai puncaknya di Jepang. Di lokasi ini nantinya didirikan Museum Transportasi (sudah tutup, sekarang tidak ada lagi). Kawasan ini berubah menjadi lokasi pusat belanja elektronik nomor satu.
Seusai Perang Dunia II (1945-1955), di Kanda muncul pasar gelap di sekitar sekolah manufaktur listrik I (sekarang Universitas Tokyo Denki). Di pasar gelap yang menempati pinggiran rel kereta api Jalur Utama Sōbu bermunculan toko-toko yang menjual tabung vakum dan suku cadang radio dan elektronik kepada pelajar. Toko-toko elektronik seperti ini di Jepang disebut toko musen atau toko radio karena mereka awalnya hanya menjual radio.
- 1960-an: Jepang mencapai kemajuan tinggi dalam bidang elektronika. Pesaing Akihabara dibangun di Nipponbashi, Osaka. Nipponbashi tidak jauh berbeda dari Akihabara, sama-sama menjual barang-barang elektronik konsumen seperti televisi, lemari es, dan mesin cuci.
- 1980-an: Meluasnya komputer pribadi di rumah-rumah yang dikenal di Jepang sebagai ("famikon") membuat toko-toko di Akihabara mulai menjual permainan video, dan toko-toko berantai yang berafiliasi dengan produsen permainan video mulai bermunculan.
- 1989: Pasar Buah dan Sayur Kanda dipindah ke Ōta-ku, di selatan Tokyo.
- 1990-an: Pengecer elektronik besar seperti Yamada Denki dan Kojima melakukan ekspansi ke pinggiran kota, mendekati rumah-rumah tinggal konsumen. Sebagai akibatnya, penjualan barang-barang elektronik konsumen merosot secara tajam. Namun sebagai penggantinya, penjualan barang-barang komputer meningkat.
- 1991: Sofmap muncul sebagai pemain baru di bidang eceran suku cadang komputer dan perangkat lunak bekas/baru. Toko-toko Sofmap menjual sistem komputer yang nantinya sangat populer di Jepang, seperti NEC (PC-8801 dan 9801), Sharp (X68000), dan Fujitsu (FM-Towns). Toko-toko berantai Sofmap lalu mulai bermunculan di sejumlah lokasi di Akihabara.
- 1994: Komputer pribadi dengan sistem operasi Microsoft Windows menjadi barang laris, dan bermunculan toko-toko yang menjual komputer pribadi beserta peralatan dan aksesorinya.
Demam anime berlangsung pada tahun 1990-an bersamaan dengan makin populernya permainan video. Penggemar sejati manga, anime, dan permainan video melahirkan generasi baru yang disebut otaku, dan mereka berbelanja di Akihabara.
Sejak tahun 2000-an, angka penjualan komputer bermerek terus menurun, dan toko penjual komputer banyak yang tutup. Toko barang-barang anime menggantikan toko-toko komputer yang tutup, dan budaya otaku makin dikenal publik Jepang.
- 2005: Kawasan ini menjadi target pembangunan kembali dan modernisasi, terutama daerah sekitar stasiun.
- 2007: Budaya "Akiba" diperkenalkan dalam tayangan nasional Kouhaku Uta Gassen di NHK oleh idola otaku Shoko Nakagawa. Melalui segmen Medley Spesial: Budaya Mutakhir Kebanggaan Jepang ikut diperkenalkan grup idola Akiba-kei, AKB48 sebagai produk budaya Akihabara.
- 8 Juni 2008: Pembantaian di Akihabara terjadi pada hari Minggu yang ramai di kawasan pejalan kaki Chūōdōri. Seorang laki-laki menabrak orang di keramaian dengan truk sebelum menikam orang-orang yang diburunya dengan pisau belati, 7 korban tewas, 12 luka.
- 23 Januari 2011: Dua setengah tahun berlalu setelah peristiwa pembantaian. Kawasan khusus pejalan kaki Chūōdōri dibuka kembali, ditandai dengan upacara peringatan dan peraturan-peraturan baru.


*toko-toko di Akihabara

Pasar Tsukiji

Pasar Tsukiji (築地市場 Tsukiji shijō?) atau populer sebagai pasar ikan Tsukiji adalah pasar induk yang berada di Tsukiji, distrik kota Chūō, Tokyo. Pasar ini merupakan pusat grosir hasil laut dan hasil pertanian. Buka setiap pagi, kecuali hari Minggu, hari libur, dan hari libur pasar di Jepang (biasanya Rabu).
Pasar Tsukiji mulai beroperasi secara resmi pada 2 Februari 1935, dan merupakan pasar yang tertua di antara 11 Pasar Pusat Grosir Metropolitan Tokyo. Setiap harinya dilelang hasil laut sebanyak 2.080 ton dan sayuran/buah sebanyak 1.180 ton, dan membuatnya sebagai pasar ikan terbesar di Jepang.
Kawasan sekitar Pasar Tsukiji disebut Pusat Perbelanjaan Luar Pasar Tsukiji (築地場外市場商店街 Tsukiji jōgai shijō shōtengai?) atau populer sebagai jōgai shijō (pasar bagian luar). Selain ramai dengan toko hasil laut, di pusat perbelanjaan terdapat banyak rumah makan, terutama sushi, dan toko eceran berbagai jenis barang. Kawasan bagian luar pasar adalah obyek wisata yang ramai dengan wisatawan.

*Pemandangan Tsukiji dari Shiodome


Kegiatan lelang


Peningkatan dalam jumlah kunjungan wisatawan (terutama wisatawan mancanegara) menyebabkan masalah sanitasi di Tsukiji. Pihak pasar mendapat kesulitan dalam mengatur suhu ruang akibat keluar masuknya banyak orang. Wisatawan juga sering mengganggu kegiatan lelang dan transaksi di pasar, terutama lelang tuna di pagi hari. Berdasarkan alasan tersebut, wisatawan tidak lagi diizinkan untuk memasuki tempat pelelangan tuna.
Hasil tangkapan dari seluruh dunia tiba di Pasar Tsukiji mulai pukul 17.00 petang hari sebelumnya. Ikan tuna mulai dipamerkan kepada pialang peserta lelang yang memeriksa kualitas barang dan menaksir harga sejak pukul 03.00 dini hari. Lelang ikan tuna dimulai pukul 05.30 yang diikuti pialang dan pembeli terdaftar. Pukul 07.00 pagi, pialang mulai membawa hasil tangkapan dari tempat lelang ke toko masing-masing di kompleks pasar. Barang-barang yang dibeli dari lelang atau dari pialang mulai dimuat ke dalam truk oleh pedagang pengecer untuk dibawa ke pasar atau toko masing-masing di kota. Antara pukul 08.00 hingga pukul 10.00, pasar sangat ramai dengan orang dan truk yang keluar masuk. Pada pukul 11.00, toko milik pialang mulai tutup, dan petugas kebersihan mulai menjalankan tugasnya mulai pukul 13.00.

*Lelang ikan tuna di Tsukiji

Sejarah

Pasar Tsukiji bermula dari pasar ikan dekat jembatan Nihonbashi yang melayani kebutuhan penduduk Tokyo sejak zaman Edo. Ketika terjadi gempa bumi besar Kanto September 1923, semua pasar ikan dan pasar basah di Tokyo habis terbakar. Dewan kota memutuskan untuk mendirikan pasar grosir di Tokyo. Salah satunya adalah Pasar Tsukiji. Pemerintah kota membeli lahan tanah negara (bekas lokasi Akademi Angkatan Laut, Pusat Riset Teknologi Angkatan Laut) untuk dijadikan lokasi pasar. Setelah membeli bagian laut yang boleh diuruk, pembangunan pasar dimulai dari menguruk laut selama 3 tahun 3 bulan sejak Maret 1928. Dari total luas lahan 196.729 m², 16.631,4 m² adalah lahan hasil pengurukan. Pembangunan gedung dan fasilitas penunjang berlangsung dari Desember 1930 hingga April 1933, mulai dari lemari es, pabrik es, tempat lelang, ruang penyimpanan pisang, hingga ekspansi jalur kereta api sepanjang 2,710 meter dari Stasiun Kargo Shiodome. Pembangunan semua fasilitas penunjang selesai bulan Agustus 1934.
Pedagang yang mulai berjualan di Pasar Tsukiji sejak tahun 1934 adalah pedagang asal pasar ikan air tawar Nihonbashi, dan pedagang ayam/telur. Pedagang sayuran dan buah mulai berjualan sejak Februari 1935, pedagang ikan laut sejak Juni dan November 1935, diikuti pedagang grosir, pedagang sayuran/buah, pedagang tsukemono, dan pedagang lainnya.
Pada tahun 1937, terjadi Perang Sino-Jepang Kedua, pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi terpusat yang menghapus sistem pialang. Setiap keluarga diberi jatah kupon pangan untuk ditukar makanan, dan jumlah barang dagangan yang masuk ke pasar amat sedikit.
Setelah Perang Dunia II berakhir, pemerintah kembali membebaskan kegiatan perdagangan. Barang-barang yang diperdagangkan di pasar semakin banyak. Pedagang grosir semakin banyak sehingga timbul persaingan tidak sehat. Pada tahun 1955, sembilan belas pedagang grosir hasil laut dipaksa untuk merger menjadi 7 pedagang grosir yang ada hingga sekarang. Pedagang grosir sayuran dan buah atas inisiatif sendiri merger menjadi 4 pedagang grosir.
Pada tahun 1954, kapal penangkap ikan Daigo Fukuryū Maru sedang berada di luar daerah bahaya ketika Amerika Serikat mengadakan eksperimen desain Teller-Ulam (Operasi Castle Bravo) di atol Bikini. Setelah kembali ke Jepang, ikan tuna dan cucut selendang yang ditangkap kapal Daigo Fukuryū Maru dilelang di Pasar Tsukiji pada 13 Maret. Hasil tangkapan tersebut ternyata terkontaminasi radioaktif. Lelang dihentikan, dan hasil tangkapan nelayan lain ikut tidak bisa dijual. Hasil tangkapan dikubur di dalam kompleks pasar. Di atasnya didirikan monumen peringatan "tuna bom atom". Sehubungan dengan pekerjaan proyek renovasi pasar yang berlangsung sejak 2006, monumen dipindahkan sementara ke Gedung Pameran Daigo Fukuryu Maru di Yumenoshima, Tokyo. Sebagai penggantinya, di bagian luar dinding pasar ditempel plakat peringatan Daigo Fukuryu Maru.
*Plakat peringatan Daigo Fukuryu Maru
source

Ueno Zoo

Ueno Zoo

Kebun Binatang Ueno (東京都恩賜上野動物園 Tōkyō-to Onshi Ueno Dōbutsuen?) adalah kebun binatang yang berada di dalam Taman Ueno, distrik Taitō, Tokyo, Jepang. Pertama kali dibuka untuk umum pada 20 Maret 1882, Kebun Binatang Ueno adalah kebun binatang tertua di Jepang. Kebun binatang ini memiliki sekitar 500 spesies hewan, dengan koleksi utama berupa hewan langka seperti harimau Sumatra dan gorila Dataran Barat.
Pemilik kebun binatang ini adalah Pemerintah Metropolitan Tokyo. Setelah sebelumnya dikelola Dinas Pekerjaan Umum Metropolitan Tokyo, pengelolaan kebun binatang ini dialihkan kepada Yayasan Asosiasi Kebun Binatang Tokyo sejak 1 April 2006. Selain Kebun Binatang Ueno, kebun binatang lain yang dikelola Yayasan Asosiasi Kebun Binatang Tokyo adalah Taman Zoologi Tama, Tokyo Sea Life Park, dan Kebun Binatang Inokashira

*Ueno Zoo

Monorel di Kebun Binatang Ueno
Dari Stasiun Ueno, Gerbang Depan Kebun Binatang Ueno ini dapat dicapai dengan berjalan kaki selama 5 menit. Bagian dalam kebun binatang dibagi menjadi dua kawasan: Kebun Binatang Barat dan Kebun Binatang Timur. Selain dapat berjalan kaki, pengunjung dapat naik monorel yang menghubungkan Kebun Binatang Barat dan Kebun Binatang Timur. Monorel di Kebun Binatang Ueno adalah monorel yang pertama di Jepang. Gerbang Depan berada di kawasan Kebun Binatang Timur, sementara kebun binatang anak dan Kolam Shinobazu berada di kawasan Kebun Binatang Barat. Di Kebun Binatang Timur terdapat pagoda berlantai lima yang pertama kali dibangun pada tahun 1631. Bangunan pagoda yang sekarang merupakan hadiah pemberian Kan'ei-ji untuk Pemerintah Metropolitan Tokyo pada tahun 1958.
Kebun Binatang Ueno adalah kebun binatang yang paling banyak dikunjungi orang di Jepang. Total pengunjung dalam sebulan kadang-kadang melebihi total pengunjung Kebun Binatang Asahiyama di Asahikawa, Hokkaido. Pada tahun 2006, Kebun Binatang Ueno dikunjungi sekitar 3,5 juta pengunjung, sementara Kebun Binatang Asahiyama sekitar 3 juta 40 ribu pengunjung. Pada tahun 2008, total pengunjung mengalami penurunan menjadi sekitar 2,9 juta pengunjung setelah matinya Ling Ling, satu-satunya panda milik Kebun Binatang Ueno. Pada tahun yang sama, Kebun Binatang Asahiyama juga mengalami penurunan jumlah pengunjung menjadi sekitar 2.770.000 orang.

*Monorel di Ueno Zoo

Paviliun amfibia dan reptilia selesai dibangun pada tahun 1999. Tahun 2001 ditandai dengan kedatangan aye aye dan okapi. Penangkaran Columba janthina nitens dan tikus mondok telanjang sukses dilakukan di kebun binatang ini pada tahun 2002, diikuti kesuksesan pembiakan aye-aye dan Chrysocyon brachyurus (2003), serta burung jenjang leher hitam (Grus nigricollis) pada tahun 2003. Semuanya merupakan kesuksesan penangkaran untuk yang pertama kalinya di Jepang.

Satu-satunya panda milik Kebun Binatang Ueno, Ling Ling (22 tahun 7 bulan) mati pada 30 April 2008. Ling Ling adalah panda jantan yang lahir di Kebun Binatang Beijing pada tahun 1985. Kebun Binatang Ueno menerima Ling Ling pada tahun 1992 sebagai bagian dari peringatan 20 tahun normalisasi hubungan bilateral Jepang-Republik Rakyat Cina. Panda pertama dari RRC tiba pada tahun 1972, dan sejak itu pula panda merupakan maskot Kebun Binatang Ueno.

source

Disney Land Tokyo

*Istana Cinderella adalah ikon dari Disneyland Tokyo



Disneyland Tokyo adalah taman rekreasi Disney dengan luas mencapai 465,000 m² dan merupakan taman rekreasi dan resort Disney pertama yang dibangun di luar Amerika. Dibangun oleh Walt Disney Imagineering, taman rekreasi ini dibuat mirip dengan Disneyland yang terletak di Anaheim,California.

Area
Disneyland Tokyo terbagi dalam 7 area:

Bazar Dunia/World Bazaar
World Bazaar adalah nama lain untuk Mainstreet U.S.A.

Pulau Petualang/Adventureland


Pulau Barat/Westernland

Beberapa wahana yang terdapat di Pulau Barat/Westernland:
-Big Thunder Mountain
-Country Bear Theater
-Mark Twain Riverboat
-The Diamond Horseshoe
-Tom Sawyer Island Rafts
-Westernland Shootin' Gallery
-Restoran di Pulau Barat/Westernland:
-Slue-Foot Sue's Diamond Horseshoe
-Pecos Bill's Cafe
-Mile Long Bar
-Hungry Bear Restaurant
-Lucky Nugget Cafe
-The Canteen
-Chuck Wagon


Critter Country
Wahana yang terdapat di Critter country:
-Splash Mountain
-Davy Crockett's Explorer Canoes
-The Many Adventures of Winnie the Pooh

Pulau Fantasi/Fantasyland


Kota Kartun/Toon Town


Pulau Esok/Tomorrowland
Area ini dibuka pada 15 April 1983.
Wahana yang terdapat di area ini:
-Star Jets
-Grand Circuit Raceway
-Buzz Lightyear's Astro Blasters
-MicroAdventure!
-Showbase
-Space Mountain
-Star Tours

source

Pulau Komodo

Bagi Anda yang gemar bepergian, Anda pasti tak ingin melewatkan objek wisata yang mengesankan di seluruh penjuru nusantara. Berpetualang ke pulau-pulau yang eksotis, menyelami birunya laut, dan bermandikan cahaya mentari akan membuat liburan Anda tak terlupakan. Bayangkan, Anda juga berkesempatan untuk melihat jejak-jejak kehidupan masa lalu yang terpelihara, sekaligus berperan serta menjaga kelestariannya. Anda dan keluarga tak hanya betah menikmati wisata alamnya, tetapi juga bangga menjadi bagian dari ragam keindahan Indonesia. Dan di sini, di Taman Nasional Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, Anda akan mendapatkan semuanya.



Pulau Komodo terletak di ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tepatnya di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sejak tahun 1980, kawasan seluas 1.817 km2 ini dijadikan Taman Nasional oleh Pemerintah Indonesia, yang kemudian diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986. Bersama dua pulau besar lainnya, yakni Pulau Rinca dan Padar, Pulau Komodo dan beberapa pulau kecil di sekitarnya terus dipelihara sebagai habitat asli reptil yang dijuluki “Komodo Dragon” ini.

Menyandang nama latin Varanus Komodoensis dan nama lokal “Ora”, kadal raksasa ini menurut cerita dipublikasikan pertama kali pada tahun 1912 di harian nasional Hindia Belanda. Peter A. Ouwens, direktur Museum Zoologi di Bogor adalah orang yang telah mengenalkan komodo kepada dunia lewat papernya itu. Semenjak itu, ekspedisi dan penelitian terhadap spesies langka ini terus dilakukan, bahkan dikabarkan sempat menginspirasi Film KingKong di tahun 1933. Menyadari perlunya perlindungan terhadap Komodo di tengah aktivitas manusia di habitat aslinya itu, pada tahun 1915 Pemerintah Belanda mengeluarkan larangan perburuan dan pembunuhan komodo.



Berkat usaha pemerintah dan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian Taman Nasional, wisatawan yang datang kini dapat berkunjung dan melihat dari dekat kehidupan reptil purba ini. Dengan panjang tubuh 2-3 meter,  komodo dapat memiliki berat hingga 70-100 kilogram. Hewan yang menyukai tempat panas dan kering ini hidup di habitat sabana atau hutan tropis pada ketinggian rendah. Jika malam tiba, komodo bersarang di lubang dengan dalam 1-3 meter sambil menjaga panas tubuhnya di malam hari. Sebagai karnivora yang berada di puncak rantai makanan, mangsa Komodo antara lain kambing, rusa, babi hutan, dan burung. Pada kondisi tertentu, Komodo dapat berperilaku kanibal dengan memangsa Komodo lainnya. Dengan mengandalkan indera penciuman pada lidahnya, komodo dapat mencium bangkai mangsanya hingga sejauh 9 kilometer. Gigitannya yang mengandung bisa dan bakteri yang mematikan, ditambah cakar depannya yang tajam merupakan senjata alaminya. Selain itu, komodo ternyata mampu berlari 20 kilometer per jam dalam jarak yang pendek, memanjat pohon, berenang, bahkan menyelam.

Layaknya reptil lain, komodo berkembang biak dengan bertelur. Walaupun demikian, penelitian membuktikan terdapat cara lain komodo melakukan regenerasi, yakni dengan cara partenogenesis. Cara ini memungkinkan komodo betina untuk menghasilkan telur tanpa dibuahi oleh jantan. Partenogenesis diduga telah menyelamatkan komodo dari kepunahan sejak ribuan tahun silam. Akan tetapi, kerusakan habitat, aktivitas vulkanis, gempa bumi, kebakaran, sampai perburuan gelap terindikasi telah mengakibatkan penurunan jumlah populasi komodo sampai taraf rentan terhadap kepunahan. Diperkirakan terdapat 4-5 ribu ekor komodo dengan keberadaan betina yang produktif hanya berjumlah ratusan. Kondisi demikian merupakan tantangan bagi usaha konservasi Taman Nasional Pulau Komodo.

Menikmati wisata Taman Nasional Pulau Komodo dengan mengamati kehidupan komodo dari dekat mungkin belum cukup bagi Anda. Bagi Anda yang hobi dengan olahraga air, Anda dapat mencoba melakukan penyelaman di perairan utara maupun selatan kepulauan ini. Perairan utara merupakan perairan hangat hasil pertemuan arus dari Laut Banda dan Flores. Sebaliknya, perairan selatan menawarkan perairan dingin dari arus Samudera Indonesia. Kombinasi kedua karakter perairan yang berbeda ini menghasilkan ekosistem bawah laut yang kaya. Berbagai macam jenis terumbu karang hidup subur dan menjadi tempat hidup sekian banyak spesies ikan sekaligus penyedia sistem penunjang kehidupan air laut. Banyak penyelam telah menyaksikan kehidupan bawah laut perairan pulau Komodo yang memesona, yang menyimpan berjuta potensi keanekaragaman hayati.

Sebagai salah satu objek wisata andalan Indonesia, Pulau Komodo menyediakan akomodasi mulai dari pondokan yang didirikan masyarakat setempat sampai resort bertaraf internasional. Bagi wisatawan domestik, Anda dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp. 75.000, sedangkan wisatawan asing sebesar US$ 15. Untuk mencapai Pulau Komodo, Anda dapat melalui rute pesawat dari Kupang (ibukota Nusa Tenggara Timur-NTT) ke kota Ende di Pulau Flores. Berikutnya perjalanan dilanjutkan dengan minibus ke Labuhanbajo yang memakan waktu 10 jam. Dari Labuhanbajo, speedboat akan membawa Anda ke Pulau Komodo setelah menempuh penyeberangan selama 2 jam. Beberapa rute lainnya dapat Anda tempuh dengan penerbangan dari Bali sesuai maskapai penerbangan yang melayani tujuan ke NTT. Berbagai paket wisata yang ditawarkan agen wisata rasanya cukup menarik untuk dicoba bagi Anda yang baru pertama kali mendatangi Pulau Komodo ini.

Eco-wisata yang dicanangkan pemerintah terhadap Taman Nasional Pulau Komodo ini diharapkan mampu mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan domestik / manca negara. Tidak hanya orang tua, bahkan anak-anak sekalipun tidak perlu takut untuk datang dan berkunjung ke sana. Dengan peraturan dan keamanan berwisata yang terjaga, manusia dan Komodo dapat hidup berdampingan dengan damai. Dan layaknya anak-anak, kecintaan mereka terhadap Komodo merupakan benih-benih yang dapat menumbuhkan kecintaan mereka pada kekayaan negeri dan sejarahnya. Nampaknya pesan inilah yang dulu di tahun 90-an pernah dibawakan dengan apik oleh Kak Seto lewat boneka Si Komo-nya. Lewat karakter Si Komo, Kak Seto membawa pesan pelestarian komodo ke hati dan pikiran anak-anak Indonesia, agar mereka bangga dengan kekayaan negerinya.



Menara Federation



Menara Federation (bahasa Rusia-nya: Башня «Федерация») adalah sebuah pencakar langit yang sedang dalam masa pembangunan sebagai bagian dari Moscow International Business Center di Moskwa, Rusia. Pembanguan menara dimulai pada tahun 2003. Pada bulan Desember 2009, Menara Timur yang lebih tinggi mengalami penurunan peringkat dari 360,4 m menjadi 242,4 m, sejajar dengan ketinggian Menara Barat.

Ini merupakan kawasan wisata populer (walaupun under construction) yang berada di Moskwa, Rusia.

source


Sunshine Sakae

*Sunshine Sakae dan kincir ria pada malam hari

Sunshine Sakae (サンシャイン栄?) adalah gedung pusat perbelanjaan dan hiburan di Naka-ku, Nagoya, Jepang. Gedung ini dibuka kembali setelah direnovasi pada 6 Juni 2008. Di bagian luar gedung terdapat kincir ria Sky-Boat yang gemerlap di waktu malam.
Sebelumnya di lokasi gedung ini berdiri gedung Pachinko Hall Kyoraku Hall dan gedung bioskop Toei Nagoya. Arena pachinko di dalam gedung ini dikelola langsung oleh produsen pachinko Kyoraku Sangyo.[2]
Sunshine Studio berada di lantai 2. Di studio ini dilakukan peragaan busana, resepsi, rekaman acara televisi dan radio. Sejak 5 Oktober 2008, studio ini dipakai sebagai sebagai Teater SKE48 oleh grup idola SKE48, saudara kembar AKB48.
Gedung ini berlantai 6 ditambah 1 lantai basemen:
Lantai 6: rumah makan
Lantai 5: rumah makan, salon, SKE48 official shop
Lantai 4: busana pria
Lantai 3: Tsutaya, Sky-Boat
Lantai 2: Sunshine Studio, bar/kafe Canaria
Basemen 1/Lantai 1: pachinko dan pachislot Sunshine Kyoraku, Tullys' Coffee
Di bagian dalam gondola kincir ria terdapat mesin slot yang berputar otomatis. Bila keluar angka 777 maka dibagikan selembar kupon bernilai 1.000 yen yang dapat digunakan untuk belanja di dalam gedung ini.[3] Kincir ria dan gedung ini pernah dipakai sebagai lokasi film, di antaranya:
1. Kamen Rider The First
2. Big Man Japan
3. Dream High


source

Perbedaan antara Menara Eiffel dan Monas




Angin dingin musim semi bulan lalu tidak menghalangi ratusan orang antre dan bayar tiket sekitar Rp 150.000 hanya untuk naik lift ke platform kedua Menara Eiffel di Paris, lalu menikmati pemandangan bagus sekeliling ibu kota Perancis, tentu sambil potret-potret. Setelah injak bumi lagi di bawah, biasanya orang-orang pun tersenyum dan berbisik-bisik dalam hatinya, “Untung sudah ke Eiffel, jadi sudah sah ke Paris!”

Padahal, sebelumnya, beberapa peserta dari serombongan turis Indonesia dari Astra CMG bawaan Berlian Wisata Jakarta sempat melontarkan gurauan, antara lain, “Olala, untung lift Menara Eiffel kagak macet, kayak lift di Monas Jakarta.”

Soal lift macet kemudian menjadi pembicaraan juga. Eddy Efendy, pemimpin rombongan itu, menganggap pengelola menara setinggi 300 meter atau 320,75 meter termasuk antena itu cukup telaten merawat menara konstruksi besi baja seberat 7.000 ton yang diresmikan sejak 31 Maret 1889.

“Pertengahan tahun 1990-an Eiffel pernah ditutup beberapa hari karena pemogokan karyawannya. Sekarang ini turis hanya antre dan masuk dari kaki barat. Pintu masuk timur ditutup,” kata Eddy yang menyebut angka sekitar 10 juta turis per tahun pernah ke Eiffel.

Menara Eiffel, yang memakai nama Gustave Eiffel (1832-1923) itu, dirancang di saat negara-negara adikuasa di abad ke-19 itu lagi gandrung berlomba bikin pameran kemajuan industrinya. Perancis pun ingin merayakan 100 tahun Revolusi Perancis pada 1889, sekalian meneruskan gagasan pembangunan menara 1.000 kaki atau kira-kira 304,8 meter dari Richard Trevithick tahun 1832.

Dari sayembara untuk mencari lambang pameran itu, terpilih rancangan Gustave Eiffel yang memilih konstruksi dengan bahan besi cor, bukan bangunan baja yang menurutnya terlalu ringan, juga tidak mampu menahan terpaan angin.

Bangunan megah itu pun jadi, malah bertahan sebagai menara besi tertinggi di Eropa sampai tahun 1930. Meski hanya dibangun selama 18 bulan, konstruksi yang terdiri dari 10.000-an potong besi cor sambungan yang dikerjakan 230 pekerja itu hanya minta korban satu jiwa. Sedangkan pembantu Eiffel ada 50 insinyur ikut merancang sekitar 5.300 gambar bagian menara, untuk membuat sekitar 18.000 potong besi cor penopang yang banyak berbeda-beda bentuknya.

Seluruh bagian menara yang hanya berayun sekitar 10 sentimeter, meski diterpa angin 250 kilometer per jam itu, dibangun dengan dirakit atau prefab. Bagian besi yang paling berat sekitar 3.000 kilogram itu sebagian menyetel besi di daratan sebagian lagi dibor di tempatnya, agar cocok satu sama lain. Makanya tidaklah ajaib kalau seluruh lubang bor untuk mur baut itu sampai tujuh juta lubang!

MONAS atau Monumen Nasional amatlah membanggakan. Selain dipakai sebagai lambang Pemprov DKI Jakarta, monumen tegakan pualam 132 meter termasuk pucuk emasnya yang berbentuk lidah api itu konon berbahan emas seberat 35 kilogram. Tugu, yang katanya terinspirasi paduan lingga-yoni sebagai lambang kesuburan, serta merta menjadi lambang DKI Jakarta yang “kagak liat Monas, belon liat Jakarta”.

Monumen rancangan Ir F Silaban yang resmi dibangun 17 Agustus 1961, di masa puncak kemegahan pemerintahan Presiden Soekarno, baru terbuka untuk umum pada 12 Juli 1975. Mulai saat itu Monas menjadi bahan gosip pariwisata, serta sasaran kunjungan segala macam orang gede dan kecil. Taman sekitaran Monas pun mendapat sentuhan biar asri, serta dibuatkan juga “air mancur joget”. Pokoknya Monas menjadi ikon khas Jakarta.

Soal perawatan dan pengelolaannya tentu saja ada lapisan instansi pengurusnya. Sebab, Monas yang tegak sendirian di sumbu tengahnya lapangan terbuka besar sejak zaman Pak Harto, Pak BJ Habibie, Gus Dur, Mbak Mega, sampai mungkin zamannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kini tetap menjadi lambang kebanggaan bangsa.

Yang pasti Monas yang persis di “pekarangan” depannya Balaikota, sejak zaman Bang Ali seakan-akan sudah menjadi simbol DKI Jakarta. Bahkan Gubernur Sutiyoso, yang memegang kendali DKI Jakarta semasa “lima Presiden RI” nyaris setiap malam upacara peringatan Ultah DKI Jakarta, boleh dikata memakai pelataran Monas sebagai arena upacaranya.

Sayang seribu kali sayang, Bang Yos yang sayang Monas itu rupanya tidak diimbangi kinerja bawahannya. Sebab Monas pernah bikin kaget, bikin malu, dan bikin syok. Misalnya pada 23 Maret 2004 lalu suplai listrik PLN tiba-tiba angot dan mati.

Alhasil, lift pun macet-cet. Puluhan anak-anak sekolah terjebak di pucuk Monas. Mereka yang panik dan ketakutan itu harus dievakuasi turun dengan bantuan petugas dan polisi, melewati lorong tangga darurat di ruang gelap. Wuuih, skandal itu pasti bikin malu. Eh belum sempat diberesin seberes-beresnya, pada hari Minggu 2 Mei 2004 lift Monas macet-cet-cet lagi.

Ratusan orang terbengong-bengong dan ngeper karena harus turun tangga karena lift yang cuma mampu angkut naik turun 12 orang dewasa itu macet tulen.

Usut punya usut, ternyata lift merek Hitachi itu eks China, bukan Hitachi made in Japan. Padahal, lift impor seharga Rp 1,7 miliar itu baru dipasang pada 1 Januari 2004 dan sudah macet meskipun masih dalam waktu garansinya.

Juga belakangan diketahui bahwa urusan Monas itu amatlah reseh juga ribet. Sebab instansi yang terkait cukup banyak kait-kaitannya. Misalnya soal penerangan ditangani Dinas Pertamanan dan Keindahan Kota, juga Dinas Perhubungan pun ikut main dalam urusan perambuan. Tramtib pun dari Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, belum lagi ada Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI.

Sedangkan anggaran pengelolaannya sekitar Rp 15 miliar setahun. Entah gimana kisahnya cara pembagian duit dinas itu, pasti bakalan seru karena tiap grup pekerja itu mau bagiannya masing-masing. Sementara soal perawatan, ya jangan bahas kiri atau kanan deh, buktinya saja PLN pun sampe-sampe nyetopin aliran setrum ke Monas, hingga lift macet dan mati lampu.

Sambil melihat gairah turis yang mejeng-mejeng dan rebutan bikin foto di sekitaran Menara Eiffel Paris, pikiran pun melayang membayangkan kalau kejadian mirip-mirip macam itu terjadi juga di sekitaran Tugu Monumen Nasional di Jakarta. Meski Monas kalah jauh tingginya, juga kalah tua dan seru umur dan kisah sejarah pendiriannya, Monas masih bisa dibanggakan kok.

Sebab Jakarta yang suka dibilang seram kejam dan muram seharusnya diimbangi dengan pengelolaan dan perawatan Monas dan taman sekitarannya. Sebab ruang terbuka hijau yang rada besar terletak di kawasan istimewa strategisnya itu, mungkin salah satu dari sedikit areal kebanggaan DKI Jakarta. Juga Monas yang mirip tegakan tugu obelis marmer plus obor emas murninya, ya okelah daripada kagak ada monumen kebanggaan lainnya lagi.

Tapi sayang dua kali sayang, Monas yang setiap tahun segala ongkosnya dibayarin Pemprov DKI sampai belasan miliar rupiah kok hampir kagak berasa sentuhan perawatannya. Selain kotor dan kusam, juga lift-nya yang buatan China sudah terbukti pernah macet dan bikin serem. Juga pada bulan lalu diributkan karena kontrak kerja Pemprov DKI dengan perusahaan pemborong sistem pencahayaan Monas katanya belum oke-oke.

Sedangkan rencananya dalam menyemarakkan HUT Ke-478 DKI Jakarta bulan Juni ini sekujur tubuh Monas bakalan dimandikan cahaya warna-warni lagi, ditambah sorotan gambar juga tayangan foto gubernur-gubernur yang pernah megang Jakarta. Ditambah sinar laser serta mandi sorotan cahaya lampunya, pokoknya Monas pada HUT-nya mendatang bakal seronok menor.

Jadi kalau orang Paris bangga dengan Menara Eiffel, orang Jakarta juga bangga dengan Monas-nya. Meski pejabat kota ini kurang becus dan bagus merawatnya, ya terima saja, karena cuma segitu kok bisanya. Makanya jangan bandingin Eiffel dengan Monas ya. Kalau Eiffel olala, Monas mah tralala...

source

Sakae, Nagoya

Sakae (栄?) adalah nama distrik di Naka-ku, Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang. Distrik ini merupakan pusat kota yang berkembang di sekitar Persimpangan Sakae, Stasiun Sakaemachi Jalur Meitetsu Seto dan Stasiun Sakae Kereta Bawah Tanah Nagoya. Sakae dan Stasiun Nagoya merupakan dua pusat kota utama di Nagoya. Dengan kereta bawah tanah, dari Stasiun Nagoya ke Sakae memakan waktu kurang dari lima menit.
Di tempat ini terdapat rumah makan, pusat perbelanjaan, dan tempat hiburan. Di sini juga terdapat Taman Hisaya Ōdori yang sering digunakan untuk acara-acara akhir pekan. Di dalam taman ini terdapat taman Central Park dan Menara TV Nagoya. Menara ini tingginya 180 meter, dibangun tahun 1954, dan populer sebagai simbol kota Nagoya. Di dalam menara terdapat dek observasi pada ketinggian 90 dan 100 m dari permukaan tanah. Di selatan Central Park terdapat pusat perbelanjaan bawah tanah Sakae Chika dan Crystal Paza. Di sini juga terdapat pusat perbelanjaan Sunshine Sakae yang memiliki kincir ria.
Bersebelahan dengan Menara TV Nagoya terdapat taman, terminal bus antarkota, dan pusat perbelanjaan Oasis 21 yang dibuka tahun 2002. Berdekatan dengan Oasis 21 terdapat kompleks Pusat Seni Aichi yang di dalamnya terdapat Museum Seni Aichi dan Teater Seni Pertunjukan Aichi. Tiga besar toko serba ada, Matsuzakaya, Maruei Sakae, dan Mitsukoshi juga berada di tempat ini.

*Menara TV Tagoya

source

Sungai Nagara

Sungai Nagara
Sungai Nagara (長良川 Nagaragawa?) adalah sungai besar di Pulau Honshu, Jepang. Dari hulu sungai di Gunung Daitake, Gujō, Prefektur Gifu pada ketinggian 1.709 di atas permukaan laut,[1] sungai ini melintasi Prefektur Gifu sebelum menyatu dengan Sungai Ibi di Prefektur Mie, dan bermuara di Teluk Ise. Sungai ini termasuk salah satu dari Tiga Sungai Kiso di Dataran Nōbi (dua sungai lainnya adalah Sungai Kiso dan Sungai Ibi). Muara sungai berbatasan dengan Prefektur Aichi dan merupakan perbatasan antara Prefektur Gifu dan Prefektur Aichi. Sungai ini dulunya disebut Sungai Sunomata, tempat terjadinya Pertempuran Sunomatagawa 1181.
Sungai Nagara dikenal sebagai tiga sungai terbersih di Jepang (dua lainnya adalah Sungai Kakita di Prefektur Shizuoka dan Sungai Shimanto di Prefektur Kochi). Pada 1895, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menetapkannya sebagai salah satu dari 100 Sungai Terbaik di Jepang. Aliran sungai sepanjang sekitar 1 km mulai dari Jembatan Nagara merupakan tempat mandi-mandi di sungai. Kementerian Lingkungan Hidup memasukkannya ke dalam daftar 55 Tempat Berenang Terbaik di Jepang (1998) dan 88 Tempat Berenang Terbaik di Jepang pada tahun 2001).
Sungai Nagara merupakan tujuan wisata dengan kumpulan onsen ryokan dan hotel yang disebut Nagaragawa Onsen. Atraksi Menangkap Ikan dengan Burung Kormoran di Sungai Nagara (Nagaragawa Ukai) dapat ditonton setiap malam sepanjang musim memancing (11 Mei-15 Oktober). Aliran utama sungai ini dibebaskan dari segala bendungan yang ditetapkan Undang-Undang Sungai Jepang. Hingga selesainya bendungan di muara sungai pada tahun 1994, Sungai Nagara adalah satu-satunya sungai besar di Pulau Honshu yang bebas dari bendungan.

*Aliran Sungai Nagara di tengah kota Gifu


Sejarah

Sungai Nagara banjir besar pada tahun 1534. Keshogunan Edo memerintahkan Domain Satsuma untuk mengerjakan proyek pengendalian banjir Tiga Sungai Kiso termasuk Sungai Nagara (1754-1755).[3] Proyek memakan korban 51 orang samurai Domain Satsuma bunuh diri, dan 33 orang meninggal karena sakit. Pemimpin proyek Hirata Yukie tewas bunuh diri setelah proyek selesai.
Pada tahun 1912 kembali dilakukan proyek penataan Sungai Nagara, Sungai Kiso, dan Sungai Ibi di bawah pimpinan insinyur Belanda Johannis de Rijke. Angin Taifun Ise (Taifun Vera 1959) menimbulkan kerusakan besar di Prefektur Gifu, Prefektur Aichi, dan Prefektur Mie. Korban tewas dan hilang lebih dari 5.000 orang. Dua kali taifun besar pada tahun 1960 menyebabkan Sungai Nagara banjir besar. Pada tahun 1961, hujan lebat sepanjang musim hujan dan angin taifun menyebabkan tanggul sungai runtuh, dan air sungai membanjiri Kota Gifu dan Ogaki.

source

Matsushima

Matsushima
Matsushima (松島?) adalah sebutan untuk sekitar 260 buah pulau besar dan kecil yang berada di Teluk Matsushima, Prefektur Miyagi, Jepang. Pulau-pulau (shima) di Teluk Matsushima ditumbuhi pohon tusam (matsu) sehingga disebut Matsushima. Istilah Matsushima juga dipakai untuk menyebut pemandangan di kawasan Teluk Matsushima beserta perbukitan di sekelilingnya.
Matsushima termasuk salah satu dari Tiga Pemandangan Terindah di Jepang bersama-sama dengan Amanohashidate di Prefektur Kyoto dan Itsukushima di Prefektur Hiroshima.
Akibat peristiwa gempa bumi Sendai 2011, dikabarkan kawasan ini mengalami sapuan gelombang tsunami setinggi 10 meter.

Empat pemandangan Matsushima
Wisatawan datang ke Matsushima untuk melihat pemandangan pulau-pulau dari tepi pantai atau dengan menaiki perahu-perahu pesiar. Selain itu, pemandangan Matsushima dapat dilihat empat lokasi terkenal yang berada di atas bukit di sekitar Teluk Matsushima. Keempat pemandangan yang dilihat dari keempat tempat tersebut masing-masing diberi nama sebagai Sōkan (壮観?, Pemandangan Hebat), Reikan (麗観?, Pemandangan Indah), Yūkan (幽観?, Pemandangan Misteri), dan Ikan (偉観?, Pemandangan Agung).

*Pemandangan dari Otakamori (Sōkan)

*Pemandangan dari Toyama (Reikan)

*Pemandangan dari Ogidani (Yūkan)

*Pemandangan dari Tamonsan (Ikan)

Monumen Yonaguni

Monumen Yonaguni

Monumen Yonaguni adalah formasi bebatuan dasar laut di lepas pantai Yonaguni, ujung selatan kepulauan Ryukyu, Jepang. Ada perdebatan apakah situs tersebut merupakan gejala alam belaka, bebatuan alami yang telah dimodifikasi, atau merupakan buatan manusia seutuhnya.
Situs itu kadangkala disebut "Formasi bawah laut Yonaguni" (与那国島海底地形 Yonaguni-jima Kaitei Chikei?) dan "Reruntuhan bawah laut Yonaguni" (与那国島海底遺跡 Yonaguni-jima Kaitei Iseki?) dalam bahasa Jepang.

*Model 3 dimensi Monumen Yonaguni

Penemuan

Laut di pesisir Yonaguni merupakan lokasi penyelaman terkenal selama musim dingin karena besarnya populasi hiu kepala martil di kawasan itu. Tahun 1987, saat mencari posisi yang bagus untuk mengamati hiu, Kihachiro Aratake, ketua Himpunan Pariwisata Yonaguni-Cho, mendapati beberapa formasi bawah laut yang menyerupai struktur arsitektural. Beberapa waktu kemudian, sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Masaaki Kimura dari Universitas Ryūkyū mengunjungi formasi tersebut. Kimura sangat mendukung bahwa formasi tersebut adalah buatan manusia.
Formasi itu menjadi tujuan pariwisata yang cukup populer bagi para penyelam, meskipun arus air laut yang kuat. Tahun 1997, industrialis Yasuo Watanabe mensponsori ekspedisi informal yang terdiri dari penulis John Anthony West dan Graham Hancock, fotografer Santha Faiia, geologis Robert Schoch, beberapa penyelam dan instrukturnya, dan kru pengambilan gambar dari British Channel 4 dan Discovery Channel. Pengunjung terkenal lainnya adalah penyelam bebas Jacques Mayol, yang menulis buku tentang pengalaman menyelamnya di Yonaguni. Sebuah plakat untuk menghormatinya diletakkan di formasi bawah laut tersebut setelah aksi bunuh dirinya di tahun 2001.

source

Washington D.C

Apa yang menarik dari Kota Washington DC, ibu kota Amerikat Serikat? Kesan umum, kawasan itu dirancang rapi dengan arsitektur mengacu gaya Eropa abad pertengahan. Lebih dari itu, kota ini juga mencerminkan hasrat untuk mengabadikan sejarah.

*The White House alias Gedung Putih, rumah resmi presiden AS. Ikon Kota Washington DC, AS, ini menjadi salah satu tempat kunjungan favorit wisatawan.

"Kami ingin mengunjungi Obama,” kata beberapa pengunjung di depan The White House, Gedung Putih, pada suatu siang yang sejuk akhir Juni. Berjejal di antara ratusan turis lain, lelaki tersebut melongok-longok tempat tinggal resmi presiden Amerika Serikat (AS) itu dari jauh, dari balik jeruji besi pengaman. Barack Obama, yang menjadi Presiden Ke-44 AS, memang punya daya tarik tersendiri.

Wisatawan dari berbagai negara memang penasaran dengan Gedung Putih. Mereka ingin menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana wujud bangunan yang menjadi pusat kekuasaan negara adidaya dan kerap muncul di layar film itu. ”Ternyata, kecil ya,” komentar beberapa turis setelah memelototi gedung itu lama-lama.

Gedung Putih memang tidak terlalu besar, apalagi jika dibandingkan arsitektur kontemporer yang besar-besar. Namun, bangunan hasil rancangan arsitek James Hoban dan dibangun tahun 1792 itu adalah ikon kota, bahkan ikon AS. Brosur resmi terbitan The White House Visitor Center mencatat, gedung itu merupakan bangunan publik tertua di kota itu.

Rumah bergaya georgian itu menjadi tempat tinggal resmi para presiden AS sejak Presiden Kedua AS Johan Adams, tahun 1800. Jadi, selama 200-an tahun lebih, orang-orang nomor satu di negeri itu tinggal di sana, termasuk Barack Obama.

Gedung Putih berdiri di sudut tak jauh dari kawasan terbuka di tengah kota yang biasa disebut National Mall. Dari lapangan terbuka di depan gedung itu, kita bisa melihat The Washington Monument. Ini semacam tugu (obelisk) peringatan untuk mengenang Presiden Pertama AS, George Washington.

Bangunan ini didesain arsitek Robert Mills dan dikerjakan sejak tahun 1848. Bentuknya sederhana, mirip tonggak lurus lancip setinggi 555 kaki lebih atau sekitar 169.294 meter. Berbahan baku marmer, granit, dan batu pasir putih, tugu itu tampak menonjol. Dari seberang Sungai Potomac, monumen itu seperti tonggak putih yang angkuh.

Di salah satu sudut jauh dari National Mall, terdapat bangunan terkenal lain, yaitu The United States Capitol. Gedung yang didirikan tahun 1800-an dengan arsitek William Thornton itu menjadi kantor bagi anggota parlemen AS. Bangunan ini punya kubah besar bergaris di bagian tengah.

Di depan gedung, ada kolam besar. Saat malam hari, air kolam merefleksikan bayangan gedung berhias lampu temaram. ”Walaupun untuk kantor resmi, gedung ini terasa indah,” kata seorang pengunjung perempuan asal Meksiko.

White House, Washington Monument, dan United States Capitol berdiri pada titik segitiga di jantung kota Washington DC. Pada jarak lurus antara Washington Monument dan United States Capitol, terdapat jalur besar yang biasa disebut National Mall. Dari jalur terbuka inilah, para wisatawan leluasa mengamati kota.

Tiga bangunan itu merefleksikan semangat kebangsaan modern AS. White House mewakili kekuasaan eksekutif. United States Capitol mencerminkan ruang kebebasan dari para wakil rakyat. Washington Monument tanda kenangan sejarah bangsa modern yang merdeka tahun 1776 itu.


  • Tata kota


Di luar soal simbol, ketiga bangunan itu menggambarkan tata kota Washington DC yang rapi. Dari tiga titik itu, menyebar berbagai bangunan, taman, dan jalur-jalur jalan raya. Setiap jalan punya sempadan yang cukup nyaman untuk lalu lintas para pejalan kaki.

Washington DC (singkatan dari District of Columbia) didirikan tahun 1790. Kota pinggir Sungai Potomac ini didesain arsitek Perancis, Pierre Charles L’Enfant, sebagai ibu kota negara. Rancangannya bergaya Eropa abad pertengahan.

Hingga kini, gedung-gedung lama peninggalan masa itu masih terjaga. Bangunan itu rata-rata bergaya neoklasik, georgian, atau gotik dengan tiang-tiang besar dan beberapa ornamen. Namun, bangunan baru cenderung bergaya modern, bebas, meski tetap berangkat dari kebutuhan fungsi. Semua gedung di kota itu tak boleh lebih tinggi dari United States Capitol dan Washington Monument.


  • Monumen


Menyusuri Washington DC lebih saksama semakin terasa hadirnya banyak bangunan untuk memperingati sejarah atau pahlawan. Lurus di depan The Washington Monument, misalnya, terdapat taman peringatan Lincoln Memorial dan Vietnam Veterans Memorial. Di samping kanan tugu, ada dua taman peringatan lain, yaitu Franklin Delano Roosevelt Memorial dan Thomas Jefferson Memorial. Ketiganya presiden AS yang dikenang dengan berbagai jasa.

Di tengah pertigaan jalan, banyak dibuat taman melingkar. Di situ, berdiri patung-patung para jenderal dari masa-masa peperangan. Beberapa di antara mereka digambarkan naik kuda dengan gagahnya.

Mengamati berbagai bangunan monumen itu, sepertinya kota ini dibuat untuk mengabadikan sejarah, kebanggaan, dan kebesaran AS. Negeri ini serius mengukuhkan sejarahnya lewat sebuah kota.

source

Big Ben

Big Ben adalah nama yang merujuk pada sebuah menara jam yang terletak di Gedung Parlemen di Westminster, London, Inggris Raya, dan merupakan menara jam terbesar kedua di dunia. Jam ini terletak di timur laut dari Rumah Parlemen di Westminster, London. Ada alasan menara ini dinamai Big Ben, Big Ben sebenarnya adalah nama kecil dari lonceng yang terletak di dalamnya (dulunya adalah Great Bell). Menara ini juga dinamai The Tower of Big Ben, atau secara tidak tepat, Menara Santo Stephen.




  • Struktur



Menara ini dibangun sebagai bagian dari rencana pembangunan istana baru oleh Charles Barry, setelah Istana Westminster yang lama telah hancur akibat kebakaran pada malam 22 Oktober 1834. Menara ini tingginya 96.3 meter (316 kaki) dan dibangun dengan gaya Gothik Victoria. 61 meter (200 kaki) di bawah jam terbuat dari bata yang dilapisi oleh batu, sedangkan puncak menara ditopang dengan rangka besi yang dibuat dari besi leleh. Menara ini dibangun di atas tanah berukuran 15 meter kali 15 meter, fondasi terbuat dari beton setebal 3 meter (9 kaki), pada kedalaman 4 meter (13 kaki) di bawah permukaan. Semua sisi jam tingginya 55 meter (180 kaki) dari atas tanah.
Karena berubahnya kondisi tanah sejak pembangunannya, Menara Big Ben sedikit miring ke barat laut kurang lebih 220 milimeter (8.66 inci), menara ini miring setiap tahun sebanyak beberapa milimeter ke arah timur dan barat dikarenakan efek thermal.



  • Jam



A. Muka Jam

Jam ini sangat besar sehingga menara ini pernah dijadikan sebagai menara jam berwajah empat terbesar, namun rekor ini akhirnya dipegang oleh Menara jam Allen-Bradley di Milwaukee, Wisconsin. Namun, sang arsitek tidak memasang bel pada jam tersebut, sehingga Big Ben memegang rekor sebagai Menara jam empat sisi terbesar dengan lonceng.
Jam dan lonceng Big Ben didesain oleh Augustus Pugin. Jam ini diletakan pada sebuah kerangka besi berukuran 7 meter (23 kaki), ditopang dengan 312 kepingan kaca opal, sehingga mirip seperti jendela berwarna. Beberapa keping gelas kemungkinan dibuang untuk pemeriksaan. Loncengnya dilapisi seluruhnya dengan emas. Di bagian bawah jam, di setiap sisi jam, terdapat tulisan Domine Salvam Fac Reginam Nostram Victoriam Primam, yang dalam bahasa Indonesia berarti Oh Tuhan, lindungi Ratu Victoria yang Pertama.


B. Mekanisme

Jam ini terkenal karena ketepatannya. Pendesainnya adalah seorang pengacara dan horologis amatir Edmund Beckett Denison, dan George Airy, seorang Astronom Kerajaan. Jam ini dibuat oleh Edward John Dent, yang menyelesaikannya pada tahun 1854. Namun menara Big Ben belum selesai saat itu sampai tahun 1859.
Pepatah Inggris putting a penny on yang berarti memperlambat laju, muncul dari metode metode-substansi yang berasal dari pendulum jam. Di atas pendulum terdapat setumpuk koin penny, koin ini digunakan untuk mengubah waktu jam. Menambah atau mengurangi koin mengubah pusat gravitasi jam, sehingga waktu bertambah sebanyak 0.4 detik sehari.
Ketika Blitz London, Istana Westminster sempat dibom oleh Jerman, pada 10 Mei 1941, sebuah bom tiba-tiba menghancurkan dua dari empat muka jam dan sebagian dari atap menara dan menghancurkan ruangan dewan rakyat. Arsitek Sir Giles Gilbert Scott merancang lagi ruangan lima-lantai. Dua lantai yang diisi saat ini dengan ruangan lain pertama kali digunakan pada tanggal 26 Oktober 1950, jam ini masih berjalan, walaupun serangkaian serangan bom besar terus terjadi dan berlangsung sampai Blitz berakhir.

source

Nusa Dua

Salah satu tempat wisata elit di Bali adalah Nusa Dua. Lokasi Nusa Dua sendiri adalah di paling ujung selatan Pulau Bali. Jaraknya dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Kuta kurang lebih 8 km, atau sekitar tiga puluh menit perjalanan.



SEJARAH NUSA DUA

Nusa Dua memiliki areal lahan sekitar 350 hektar. Lahan kering dan non produktif ini di akuisisi oleh pemerintah pada tahun 70-an, kemudian di kembangkan menjadi suatu proyek pariwisata prestisius dengan rancang bangun yang komprehensif dan terpadu sebagai resor wisata budaya.



Nusa Dua diambil dari kata Dua Nusa atau dua pulau. Dua pulau tandus ini tetap dibiarkan alami tanpa bangunan dan menjadi salah satu tempat kunjungan para wisatawan.

Pada tahun 1970 pemerintah menetapkan sebuah perusahaan konsultan Perancis, yakni Centrale Société pour l'peralatan Touristique outre-Mer (SCETO) untuk menyusun rencana induk guna pengembangan pariwisata di Bali secara berkelanjutan.

Rencana SCETO diusulkan kompleks resor mandiri ditepi laut, terpisah dari pusat penduduk utama untuk meminimalisir dampak pariwisata terhadap budaya Bali. Situs ini  diusulkan adalah Nusa Dua. Ini adalah salah satu keunikan resor wisata Nusa Dua, yakni dibangun terpisah dari desa Bualu sebagai lokasi utama dari resor ini. Resor dengan konsep wisata budaya ini mendapat gelar sebagai salah satu dari enam resort terbaik dunia.




TAMAN TERINDAH DI BALI

Taman dari resornya bisa kita sebut taman  terindah di Bali. Jika anda berkunjung ke Nusa Dua tidak terlihat bahwa di balik pohon-pohon kelapa itu berdiri hotel-hotel berbintang lima yang mempekerjakan ribuan karyawan.

Sepanjang jalan masuk pintu utama candi bentar kita bisa menikmati taman yang tertata asri. Sangat ideal untuk bersantai bersama keluarga, baik itu untuk berjalan kaki, lari-lari atau naik sepeda.

Tempat-tempat menarik disekitar ini selain pantainya antara lain water blow di pulau selatan dari dua nusa. Water blow atau semburan air terjadi ketika gelombang pasang menghantam terowongan batu karang sehingga menghempas air membentuk payung. Ini adalah atraksi yang paling menarik saat air pasang.

Pantai Mengiat adalah pantai terpanjang di Nusa Dua merentang hampir satu kilometer dari hotel Hyatt sampai Pura Geger di ujung barat laut.

Pantai Hotel Nikko di desa Sawangan merupakan pantai lain yang tidak kalah menariknya. Kita bisa menyaksikan keindahan laut biru pantai selatan dari lantai 15 Hotel Nikko.

Hotel Ini adalah bangunan pengecualian dari peraturan berwawasan lingkungan dimana semua hotel di areal Nusa Dua dibangun tidak melebihi ketinggian pohon kelapa.  Atau maksimum tiga atau empat lantai. Hotel Nikko bisa dibangun lima belas lantai karena bangunannya mengikuti kontur tebing. Yang ketinggiannya mencapai kurang lebih 70 meter dari permukaan laut.

Hotel bintang lima ini sangat asri dengan kolam renangnya yang spektakuler, sangat cocok untuk liburan keluarga atau menikmati makan malam elegan. Tentu tidak hanya Hotel Nikko, Grand Hyatt, Ayodya Resort, Club Med, Nusa Dua Beach adalah sebagian dari hotel-hotel besar di kawasan ini.




BTDC Sebagai pengelola kawasan

Adalah sigkatan dari Bali Tourism Development Corporation  atau  Perusahaan  Pengembangan Pariwisata Bali merupakan perusahaan BUMN pengelola areal yang sekarang berdiri sekitar 25 hotel dengan jumlah kamar hampir 4.000. Perusahaan  yang berdiri tahun 1972 bertanggung jawab terhadap perencanaan  dan pengembangan kawasan resor Nusa Dua.

Untuk melakukan peran sebagai pengelola kawasan wisata yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan BTDC terus mengembangkan sumberdaya dari tahun ketahun.

Prasarana, baik yang dikelola sendiri atau dari perusahaan lain seperti PAM, PLN dan telekomuniasi oleh TELKOM. Semua jaringannya menggunakan instalasi bawah tanah untuk menjaga keindahan Nusa Dua.

Kepedulian terhadap lingkungan memang sudah dari awal direncanakan atas kawasan ini. Yakni sistem pengolahan limbah, dimana limbah air hotel di proses untuk dijadikan pengairan dan irigasi. Pusat stasiun pengolahan limbah ini di beri nama “ eco lagoon.”

Untuk mereka yang menggemari olah raga golf di sini juga ada lapangan golf 18 holes. Bahkan tidak hanya satu. Nusa Dua sekarang tidak hanya exclusif untuk turis berkelas tertentu tetapi seiring berkembangnya kawasan berbagai pilihan akomodasi tersedia sesuai dengan anggaran anda.

source

Kebun Wisata Pasirmukti

Kali ini cerita tentang salah satu tempat wisata agro. Namanya Kebun Wisata Pasirmukti, biasa disebut Kawepe.

Lokasinya di sekitar Cibinong, tepatnya di Citeureup. Dari Jakarta bisa ditempuh melalui Tol Jagorawi, exit di pintu Cibinong/Citereup. Ambil arah kiri menuju Citeureup. Dari sana tinggal ikuti petunjuk jalan yang ada. Memang agak berliku-liku, tapi tidak terlalu jauh dan tidak macet kok. Hati-hati saat sampai di Pasar Citeureup, papan petunjuk jalan agak tertutup oleh keramaian angkot yang ngetem. Kemacetan menuju Kawepe hanya terjadi di sekitar pasar ini saja. Selepas dari sana, jalan relatif lancar tapi akses jalannya hanya muat untuk 2 mobil.

Tidak lebih dari 30 menit dari pintu tol, pintu masuk Kawepe sudah terlihat. Tiket masuk dikenakan biaya 15 ribu per orang, dan sudah mendapat free parking, minuman selamat datang, dan bebas menjelajahi setiap sudut tempat wisata dengan leluasa, baik dengan jalan kaki maupun kendaraan.

Tempat wisata agro ini ternyata sangat luas. Dari pintu masuk, akan ditemui jalan aspal menurun dengan pepohonan yang rindang di kanan kiri. Sebelum sampai ke front office, akan ditemui tempat pembibitan buah dan anggrek. Beberapa aktivitas seperti demo merawat anggrek atau tanaman buah dalam pot (tabulampot) dilakukan di areal ini.

Memasuki area front office, langsung terhampar suasana yang teduh dengan lapangan rumput yang luas. Jangan lupa mampir ke front office untuk mengambil peta Kawepe sebagai petunjuk jalan di dalam areal wisata.

Di sebelah kiri lokasi ini terdapat area penginapan dengan bentuk rumah panggung khas Minahasa. Masuk lebih ke dalam, barulah terdapat wilayah-wilayah untuk outbond atau aneka aktivitas lain. Bagian belakang Kawepe ini dibatasi oleh sungai Cileungsi yang cukup lebar. Pada awal tahun 2011, sungai ini sempat banjir dan menyebabkan tembok batas Kawepe rubuh dan hanyut oleh arus sungai.

Tempat wisata ini sangat cocok digunakan untuk gathering perusahaan atau keluarga. Selain tersedia beberapa pondok penginapan yang cukup luas, di sini juga menyediakan banyak aktivitas “back to nature” yang jarang ditemui di tempat lain seperti menanam padi, membajak sawah, bermain lumpur, memandikan kerbau, menangkap ikan, juga berkemping di lapangan terbuka yang beralaskan rumput hijau.

Di sini juga menyediakan outbond dengan berbagai pilihan permainan yang dipandu instruktur, flying fox yang melintasi sungai Cileungsi, dan ada juga area paintball bernama Combat Battle Fields.

Rata-rata pilihan aktivitas di sini ditujukan untuk grup dengan minimal peserta 10 – 20 orang. Tapi, untuk wisata keluarga juga nggak ada salahnya. Waktu saya dan keluarga ke sana, si kecil senang sekali diajak ke Kampung Pelangi. Di sana bisa melihat kebun binatang mini yang terdapat bebek, domba, marmut, ayam, kerbau dll. Juga bisa bermain air di dalam sungai Cileungsi di area belakang Kawepe. Untuk kegiatan yang berbayar, ada beberapa aktivitas perorangan seperti tanam padi, lukis caping, atau tangkap ikan dengan biaya yang dihitung per-orang.

Kalau ada rencana gathering atau outbond, rasanya tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan terbaik :)

source

Gunung Salak Endah

Selasa, 10 April 2012
Kawasan Puncak merupakan kawasan primadona di Jawa Barat bahkan saat ini telah dijadikan salah satu dari “Seven Wonder of West Java”. Namun perkembangan kawasan ini yang sangat pesat dikhawatirkan akan berdampak negatif. Pemerintah Kabupaten Bogor khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saat ini tengah mengupayakan dan mulai mengembangkan kawasan alternatif sebagai daerah tujuan wisata. Salah satunya adalah Kawasan Gunung Salak Endah (GSE) yang terletak di sebelah barat Kota Bogor, GSE ini terletak di sekitar kaki Gunung Salak. Di sini banyak terdapat obyek alami yang bisa menjadi daya tarik wisata, di antaranya:

WANA WISATA KAWAH RATU
Kawah Ratu berada di kawasan GSE pada ketinggian 1.338 m Dpl, dengan suhu berkisar 10-20 derajat C. Kawah ini memiliki daya tarik yang unik bagi setiap pengunjung, yaitu dengan aktivitas geologinya. Sepanjang hari kepundan selalu mendidih dan mengeluarkan gas alam Sulfat (H2S) dengan baunya yang khas, dan tekadang mengeluarkan suara gemuruh, akibat semburan uap air panas yang membentuk kabut.

CURUG NGUMPET
Curug Ngumpet memiliki ketinggian lebih kurang 45 meter, dengan panorama alam yang indah dan asri. Untuk menuju ke obyek wisata ini, dapat ditempuh dengan jarak lebih kurang 38 km dari Bogor. Jika dari Desa Gunung Sari dapat ditempuh dengan jarak lebih kurang 9 km yang dilan-jutkan jalan setapak lebih kurang 200 meter.

CURUG CIGAMEA
Di kawasan GSE, Curug Cigamea letaknya tak jauh dar jalan menuju ke Pasir Reungit, Kawah Ratu dan menuju Curug Seribu. Panoramanya sangat indah sekali walaupun tingginya tidak melebihi 50 meter. Suasananya terasa alami dan begitu segar untuk dinikmati. Hembusan angin dan ditambah gemericik air akan membuat betah berada di sini.


KERAJINAN TANGAN
Dikawasan wisata GSE terdapat juga potensi kerajinan tangan yang cukup banyak dan sangat beragam, antara lain seni menganyam dari bambu yang berada di Kampung Cikoneng, pengrajin sapu injuk dan steer racing besi yang dimodifikasi dengan kayu, pengrajin ini bisa ditemui di Desa Pamijahan.

AKSES MENUJU GSE
Akses untuk menuju GSE adalah jalur Cemplang-Pamijahan-GSE, akses jalur ini memiliki jarak dan waktu tempuh dari jalan raya Bogor-Leuwiliang terpendek dibanding tiga alternatif yang lain, (Cikampek-GSE-Cibatok-GSE dan Tamansari-Gunung Bunder-GSE). Kondisi fisik jalan yang meliputi kontur, kelurusan dan lebar jalan maupun lahan pengembangan secara umum lebih memadai dibanding alternatif lainnya.

Potensi objek wisata alam di kawasan GSE ini tentunya akan lebih dioptimalkan pengelolaannya sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke kawasan sini. Sehingga Kawasan Gunung Salak Endah menjadi obyek wisata primadona bagi wisatawan dan menjadi wisata alternatif selain Kawasan Puncak Bogor. Anda ingin wisata alternatif selain puncak? Gunung Salak Endah adalah pilihan yang tepat sebagai daerah tujuan wisata Anda.
source

Dieng

Profil
1.
Pengantar
Dieng berasal dari bahasa sansekerta yaitu "Di" yang berarti tempat yang tinggi atau gunung dan "Hyang" yang berarti kahyangan. Dengan menggabungkan kedua kata tersebut, maka bisa diartikan bahwa "Dieng" merupakan daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam.

   
Fasilitas Wisata
1.
Daya Tarik Wisata
a Objek Wisata Alam
Argo Wisata Tambi
Terhampar luas di lereng gunung Sindoro, dengan ketinggian 1200 sampai 2000 meter di atas permukaan laut. Suhu udara di kawasan ini berkisar antara 15 derajat Celcius sampai 24 derajat Celcius. PT Tambi mengelola tiga unit perkebunan teh yang terletak di desa Bedakah, Tanjungsari serta desa Tambi dengan luas area mencapai 829 Ha yang dilengkapi fasilitas pondok wisata, kolam pemancingan, lapangan tenis, taman bermain dan kebun serta pabrik teh.


Arung Jeram Sungai Serayu
Wisata minat khusus ini memanfaatkan jeram sungai Serayu sepanjang 12 km dari desa Tungguro sampai dengan desa Singomerto. Fasilitas akomodasi, cinderamata dan buah tangan lainnya tersedia di desa sekitar. Lokasi ini pernah dipakai sebagai tempat dilangsungkannya Kejurnas Arung Jeram pada tahun 1997.

Kawah Si Kendang
Kawasan ini berada di tepi Telaga Warna dan kawah ini hanya bisa memunculkan suara bagaikan suara khas Jawa yang disebut "Kendang". Selain kawah ini, masih banyak kawah lain yang dapat disaksikan di sekitar kawasan wisata dataran tinggi Dieng.

Kawah Sikidang
Kawah aktif yang banyak dikunjungi wisatawan dan dapat dilihat dari bibir kawah, terdapat semburan lava dan kepulan asap serta aroma belerang yang khas. Lubang kawah tampak jelas berisi air dan lava berwarna kelabu, yang gemulak dan mendidih, sering berpindah tempat bahkan melompat seperti seekor kidang.

Objek Wisata Mrica
Wisata air in! memanfaatkan bendungan Panglima Besar Soedirman, yang merupakan bendungan terbesar di Asia Tenggara. Fasilitas yang tersedia berupa perahu wisata untuk mengelilingi waduk, arena pemancingan, panggung hiburan dan arena bermain untuk anak yang dilengkapi dengan kereta mini. Lokasi berbukit-bukit dan rimbun dengan pepohonan menambah asri penampilan obyek wisata ini.

Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas
Taman rekreasi ini rmrempunyai fasilitas kolam renang, panggung hiburan, arena bermain anak dan taman satwa serta berbagai tanaman langka. Juga telah menjadi daerah tujuan wisata bagi wisatawan nusantara mengingat daya tarik yang ada di taman rekreasi margasatwa Serulingmas cukup memadai.

Telaga Menjer
Telaga ini merupakan telaga alam yang terluas di kabupaten Wonosobo. Lokasinya berada di ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut dengan luas 70 hektar dan kedalaman air mencapai 45 meter. Telaga Menjer terletak di desa Maron kecamatan Garung, berjarak sekitar 12 kilometer sebelah utara kabupaten Wonosobo.

Tuk Bimolukar
Kawasan ini merupakan sebuah mata air dengan pancuran yang terbuat dari batu purba. Menurut cerita, nama Bimolukar adalah tempat sang Bima Sena menukar (melepas) pakaiannya untuk disucikan. Mata air sungai Serayu ini diyakini sebagai mata air yang bisa menjadi obat awet muda.
b. Objek Wisata Sejarah
Kelompok Candi Arjuna
Kelompok candi Hindu ini terdiri atas candi Arjuna, candi Semar, candi Srikandi, candi Puntadewa, dan candi Sembadra. Kelompok candi ini diperkirakan dibangun tidak bersamaan waktunya. Dahulu kala, kelompok candi ini digunakan sebagai tempat pemujaan.
c. Objek Wisata Budaya
Ngruwat Rambut Gembel
Ritual ini merupakan tradisi yang hidup di daerah sekitar kecamatan Kejajar, 17 kilometer sebelah utara kota Wonosobo. Di sekitar daerah ini banyak anak-anak kecil yang berambut gembel, yang menurut cerita merupakan titipan dari Kyai Kolodete. Dan gembel tersebut dianggap "balak" yang harus diruwat, melalui upacara tradisi"Ruwatan". Upacara biasanya dilakukan setelah anak mengajukan permintaan langsung atau jejaluk (dalam bahasa Jawa) kepada orang tuanya. Permintaan yang kadang kala sulit untuk dipenuhi. Anehnya bila upacara tradisi Ruwatan bagi anak gembel tidak dilaksanakan atas permintaannya sendiri, maka sekalipun sudah dicukur akan tumbuh gembel kembali.

Nyadran Suran Masyarakat Desa Pagerejo
Ritual ini hampir sama dengan yang dilaksanakan di dusun Gianti, juga diperingati setiap tanggal 1 bulan Asyuro (bulan Jawa). Dalam ritual ini, masyarakat desa Pagerejo kecamatan Kertek ini melangsungkan upacara mandi di sendang Surodilogo.

Nyadran Suran Masyarakat Dusun Gianti
Ritual ini merupakan upacara memperingati hari jadi dusun Gianti, desa Kadipaten kecamatan Selomerto yang biasanya dilanjutkan dengan Merdi Dusun disertai upacara Tenongan untuk kemudian dilanjutkan pagelaran seni tradisional semalam suntuk. Dusun Gianti terkenal dengan sebutan dusun wisata di kabupaten Wonosobo.
d. Pusat Cinderamata - Pusat Kerajinan Keramik Klampok
Di pusat kerajinan keramik ini, wisatawwan dapat melihat dan membeli berbagai jenis keramik dengan harga yang bervariasi. Motif khas keramik Banjarnegara sebagai daya tarik adalah erbagai bentuknya seperti gajah, asbak, meja, kursi, dan sebagainya. Pemasaran keramik Klampok ini sudah menembus pasar manca negara. Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan proses pembuatan keramik dapat menyaksikan langsung ke dapur pembuatan keramik.

  
2.
Sarana Pendukung
Dieng Plateau Theatre
Pusat interpretasi potensi alam dan budaya kawasan dataran tinggi Dieng yang diberi nama Dieng Plateau Theatre (DPT) dibangun atas prakarsa gubernur Jawa Tengah H. Mardiyanto. Alasannya, karena lereng bukit Sikendil dapat menjadi magnet yang kuat untuk mengembangkan pariwisata di propinsi Jawa Tengah. Diharapkan dengan dibangunnya DPT tersebut, objek wisata lembah Dieng bisa menjadi daerah tujuan wisata Jawa Tengah setelah Candi Borobudur.

DPT sebagai pusat pusat interpretasi polensi alam dan budaya kawasan dataran tinggi Dieng dilengkapi dengam seperangkat peralatan audio visual (film), dan juga tempat duduk pengunjung yang berkapasitas 100 buah kursi. Berfungsi sebagai sarana pendidikan, kebudayaan, pengenalan potensi wisata serta hiburan untuk mengurangi kejenuhan.
Dieng Plateau Theater terletak di lereng bukit Sikendil desa Dieng kecamatan Kejajar, kabupaten Wonosobo, berada di sebelah barat Taman Wisata Telaga Alam Telaga Warna dan Telaga Pengilon serta Goa Jaran, Goa Sumur dan Goa Semar yang dikeramatkan oleh masyarakat.
3.
Sarana Akomodasi

  


Untuk merasakan keramahan dan kehidupan sehari-hari masyarakat Dieng yang khas, wisatawan dapat menginap di pondok-pondok wisata (home stay) sebagai sarana akomodasi yang disediakan oleh masyarakat untuk menjamu wisatawan sekaligus untuk beraktifitas dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Dieng. Di bawah ini merupakan daftar pondok-pondok wisata yang terdapat di kawasan wisata dataran tinggi Dieng.
1.Nama Homestay
Dahlia
Pemilik
Nuryadi
Alamat
Dieng Kulon RT 01/II
Jumlah Kamar
3
Fasilitas
• parkir
• tungku perapian
• kasur spring bed
• bisa masak sendiri
• air hangat
• kamar mandi
Telepon
(+62)85227268173
2.Nama Homestay
Panca Warna
Pemilik
Daryanto
Alamat
Dieng Kulon RT 01/I
Jumlah Kamar
3
Fasilitas
parkir
tungku perapian
kasur spring bed
bisa masak sendiri
kamar mandi
3.Nama Homestay
Bougenville
Pemilik
Sunarti
Alamat
Dieng Kulon RT 01/I
Jumlah Kamar
3
Fasilitas
parkir
tungku perapian
kasur spring bed
bisa masak sendiri
kamar mandi
4.Nama Homestay
Cempaka
Pemilik
Ny. Maryati
Alamat
Dieng Kulon RT 01/I
Jumlah Kamar
3
Fasilitas
• parkir
• tungku perapian
• kasur spring bed
• bisa masak sendiri
• kamar mandi
5.Nama Homestay
Melati
Pemilik
Ny. Handoyo
Alamat
Dieng Kulon RT 02/I
Jumlah Kamar
3
Fasilitas
• parkir
• telepon
• tungku perapian
• kasur spring bed
• bisa masak sendiri
• kamar mandi
6.Nama Homestay
Edelwise
Pemilik
Siti Sumiyati
Alamat
Dieng Kulon RT 03/I
Jumlah Kamar
2
Fasilitas
• parkir
• tungku perapian
• kasur spring bed
• bisa masak sendiri
• air hangat
• kamar mandi
Telepon
(+62)85227004505
7.Nama Homestay
Mawar Merah
Pemilik
Alip Rohman
Alamat
Dieng Kulon RT 04/II
Jumlah Kamar
3
Fasilitas
• parkir
• tungku perapian
• kasur spring bed
• bisa masak sendiri
• air hangat
• kamar mandi
Telepon
(+62)81327245516, (+62-286)3342139
8.Nama Homestay
Asoka
Pemilik
Mohson
Alamat
Dieng Kulon RT 01/I
Jumlah Kamar
3
Fasilitas
• parkir
• tungku perapian
• kasur spring bed
• bisa masak sendiri
• air hangat
• kamar mandi
Telepon
(+62)81327625784
9.Nama Homestay
Krisan
Pemilik
Ny. Muhdi
Alamat
Dieng Kulon RT 01/I
Jumlah Kamar
3
Fasilitas
• parkir
• tungku perapian
• kasur spring bed
• bisa masak sendiri
• air hangat
• kamar mandi
10.Nama Homestay
Anggrek
Pemilik
H. Maryanto
Alamat
Dieng Kulon RT 01/IV
Jumlah Kamar
3
Fasilitas
• parkir
• tungku perapian
• kasur spring bed
• bisa masak sendiri
• kamar mandi
11.Nama Homestay
Kantil
Pemilik
Edi Tumpuk
Alamat
Dieng Kulon RT 02/III
Jumlah Kamar
3
Fasilitas
• parkir
• tungku perapian
• kasur spring bed
• bisa masak sendiri
• air hangat
• kamar mandi
12.Nama Homestay
Kenanga
Pemilik
Ny. Suminah
Alamat
Dieng Kulon RT 03/III
Jumlah Kamar
2
Fasilitas
• parkir
• tungku perapian
• kasur spring bed
• bisa masak sendiri
• kamar mandi

Tarif Pondok WisataBerdasarkan data tahun 2006, tarif pondok wisata yang ada di kawasan dataran tinggi Dieng adalah sebagai berikut :
- Satu buah kamar tidur Rp 100.000,-
- Satu buah rumah Rp 350.000,
Setiap tamu mendapat pelayanan berupa:
- teh manis
- cemilan/kentang rebus.
Menu dan tarif yang ada di pondok wisata adalah sebagai berikut.
• Mie rebus/goreng Rp 2.500,-
• Mie rebus (+telur) Rp 3.000,-
• Nasi goreng Rp 4.000,-
• Nasi goreng telur Rp 5.000,-
• Teh manis Rp 1.000,-
• Cofee mix/kopi hitam Rp 2.500,-
• Wedang jahe wangi Rp 1.500,-
• Wedang Purwaceng Rp 7.500,-
• Susu coklat/putih Rp 2.500,-

Pusat Informasi Pariwisata

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara
Jalan Selamanik no.35 Telepon: (+62-286)592753, 3342043

Dinas Pariwisata Propinsi Jawa Tengah
Jl. Pemuda No. 136 Semarang - 50138 Jawa Tengah- Indonesia
Telp. : +62-24-354 6001
Fax : +62-24- 3557119
Website: www.central-java-tourism.com
Email: tourism@central-java-tourism.com
source